Kamis, 12 Maret 2009

Rafael Benitez Biography

Date of Birth
16 April 1960, Madrid, Spain
Birth Name
Rafael Benitez Maudes
Nickname
Rafa Rafa the Gaffer
Height
5' 9" (1.75 m)
Spouse
Maria di Montserrat Benítez
(1998 - present) 2 children


Trivia
Has two daughters, Claudia (born in 1999) and Agatha (born in 2002), with his wife Montse, a Doctor of Law.
During his career as a coach, he managed the following professional teams: Real Valladolid (1995-1996), CA Osasuna (1996-1997), CF Extremadura (1997-1999), CD Tenerife (2000-2001), Valencia (2001-2004) and Liverpool (since 2004).
Started his managerial career with the Real Madrid youth team.
As a coach, he won two Spanish Championships (2002, 2004) and the UEFA Cup (2004) with Valencia; the Champions League (2005), the European Super Cup (2005) and the FA Cup (2006) with Liverpool.
Born to Francisco Benítez, a hotelier, and Rosario Maudes, he is the second of three children.
While his father supported Atlético Madrid, his mother is a big fan of Real.
Managed Liverpool to the champion league final in 2007.

Rabu, 11 Maret 2009

AK 74


AK-74 adalah senapan serbu yang merupakan modernisasi dari AKM. Senapan ini menggunakan peluru yang lebih kecil dengan kaliber 5.45 x 39 mm. pertama kali dibuat tahun 1974. Senapan ini mulai diproduksi masal pada tahun 1976. Varian terbaru senapan ini, AK-74M, adalah senapan serbu standar angkatan bersenjata Rusia sejak awal tahun 1976-an.
Garis Besar
Ketika pertama kali muncul, diperkirakan senapan ini akan diproduksi secara terbatas, hanya untuk
pasukan khusus. Tapi ternyata Uni Soviet memproduksi masal senapan ini untuk menggantikan senapan standar sebelumnya, yaitu AKM.
Sama seperti pendahulunya, AK-47 dan AKM, AK-74 menggunakan
magazen, memiliki selektor tembakan (selective-fire), dengan kaliber peluru menengah, dan menggunakan sistem gas. Receiver stamping logam AK-74 serupa dengan AKM. Perbedaan paling jelas AK-74 dengan AKM adalah muzzle brake-nya, yang dirancang untuk semakin mengurangi tendangan. Dan produksi terbaru AK-74 memiliki railing di sisi kiri untuk pemasangan aksesori seperti bidikan optik semacam teropong PSOP-1,aimpoint cobra, dll.
Awalnya AK-74 menggunakan popor kayu yang dilaminating, tapi produksi selanjutnya, beserta varian AK-74M, menggunakan
polimer hitam, yang membuat seluruh senapan berwarna hitam.
magasen AK 74 terbuat dari bakelite yaitu semacam plastik yang pada awalnya berwarna orange, lalu hitam kemerahan, dan hitam.
Pemakaian
Selain negara-negara pecahan Uni Soviet, AK-74 juga banyak dipakai oleh negara-negara lainnya, khususnya negara-negara yang sebelumnya memakai seri AK-47. Seperti AK-47, AK-74 juga diproduksi di luar Rusia secara ilegal, maupun dengan lisensi.
Yugoslavia memproduksi senapan ini dengan lisensi dan diberi nama M80, senapan ini akhirnya banyak dipakai pada konflik yang terjadi di negara itu pada tahun 1990-an. Dan sekarang senapan itu masih dipakai pada negara-negara pecahan Yugoslavia. Versi semi-otomatis AK-74 juga populer dalam pemakaian oleh pemilik senjata sipil di Amerika Serikat. Selain itu, AK-74 rampasan juga banyak dipakai oleh Mujahidin, Taliban, dan Al-Qaeda di Afganistan.
Varian
AKS-74, dengan popor lipat besi.
Terdapat cukup banyak varian AK-74. Secara garis besar, inilah varian yang dibuat berdasarkan lisensi di rusia:
AK-74, versi standar.
AKS-74, dengan popor lipat besi.
AKS-74U, varian komando; kode U berasal dari Ukoronchenaya yang berarti kecil.
AK-74M, varian terbaru dengan furnitur polimer.
RPK-74, varian senapan mesin ringan dari AK-74.

Teleskop Kepler


FLORIDA, JUMAT — NASA meluncurkan sebuah teleskop perintis, Jumat (6/3), untuk menyelidiki sebuah sudut Galaksi Bima Sakti dengan harapan menemukan kemungkinan keberadaan planet-planet seperti Bumi.Teleskop yang dinamai Kepler ini melesak menuju langit bertabur bintang dibawa oleh roket tak berawak Delta yang diluncurkan pada pukul 10.49, Jumat malam waktu AS (Sabtu siang WIB) dari Pangkalan Angkatan Udara AS di Tanjung Canaveral, Florida."Sebegitu jauh, meskipun kami telah menemukan lebih dari 300 planet (di luar tata surya), kami tak menemukan satu pun yang sama dengan Bumi," kata pejabat NASA urusan sains antariksa, Ed Weiler.Kepler, diambil dari nama astronom abad ke-17 Johannes Kepler, dirancang untuk menemukan planet sejenis Bumi. Begitu berada di posisi mengekor Bumi dalam mengitari Matahari, Kepler akan bergerak menuju satu sudut langit di antara konstelasi Cygnus dan Lyra yang diisi oleh lebih dari 4 juta bintang.Para ilmuwan berencana untuk mencermati observasi Kepler terhadap lebih dari 100.000 target dengan harapan menangkap percikan cahaya kecil dari planet-planet yang lewat. "Mencoba mendeteksi planet-planet seukuran Jupiter di depan bintang-bintang adalah seperti mencoba mengukur efek nyamuk terbang terhadap lampu sorot kendaraan. Menemukan planet-planet seukuran Bumi itu seperti mencoba mendeteksi kutu yang sangat kecil," kata Jim Fanson, manajer proyek Kepler. Di samping sulit dilakukan, pengukuran planet juga akan menyita banyak waktu.Sebuah planet seukuran Bumi yang jaraknya sama dengan Bumi ke Matahari, hanya akan dilihat Kepler sekali setahun. Para ilmuwan menyatakan bahwa mereka akan menangkap tiga transit untuk memverifikasi keberadaan satu dunia seukuran Bumi.NASA berharap menindaklanjuti misi Kepler yang menelan biaya 591 juta dollar AS itu dengan satu generasi baru teleskop berkemampuan tinggi dalam mencitrakan planet-planet seukuran Bumi dan menganalisis atmosfernya guna menemukan unsur gas yang mengindikasikan adanya kehidupan.